Tahsin Al Qur’an Tingkatkan Kemampuan Siswa Mutu

Hukum mempelajari ilmu Tajwid atau Tahsin sebagai disiplin ilmu adalah fardhu kifayah atau merupakan kewajiban kolektif. Ini artinya, mempelajari ilmu Tahsin secara mendalam tidak diharuskan bagi setiap orang, tetapi cukup diwakili oleh beberapa orang saja. Namun, jika dalam suatu kaum tidak ada seorangpun yang mempelajari ilmu Tahsin, berdosalah kaum itu.

 

Tujuan mempelajari Ilmu Tajwid atau Tahsin adalah agar dapat membaca ayat-ayat al-Quran secara betul (fasih) sesuai dengan yang diajarkan oleh Nabi saw..Dengan kata lain, agar dapat memelihara lisan dari kesalahan-kesalahan ketika membaca kitab Allah Ta’ala.

Adapun hukum membaca al-Quran dengan memakai aturan-aturan Tajwid(Tahsin) adalah fardhu ‘ain atau merupakan kewajiban pribadi. Membaca al-Quran sebagai sebuah ibadah haruslah dilaksanakan sesuai ketentuan. Ketentuan itulah yang terangkum dalam ilmu Tahsin al-Quran. Dengan demikian, dengan memakai ilmu Tahsin dalam membaca al-Quran hukumnya wajib bagi setiap orang, tidak bisa diwakili oleh orang lain. Apabila seseorang membaca al-Quran dengan tidak memakai ilmu Tahsin, hukumnya berdosa.

Dalam kitab Hidaayatul Mustafid fii Ahkaamit Tajwid dijelaskan:
“Tidak ada perbedaan pendapat bahwasanya (mempelajari) ilmu Tajwid hukumnya fardhu kifayah, sementara mengamalkannya (tatkala membaca al-Quran) hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap Muslim dan Muslimah yang telah mukallaf”.

Syeikh Ibnul Jazari dalam syairnya mengatakan:
“Membaca al-Quran dengan Tajwid , hukumnya wajib. Siapa saja yang membaca al-Quran tanpa memakai Tajwid, hukumnya dosa. Karena sesungguhnya Allah menurunkan al-Quran berikut Tajwidnya.

PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2018-2019

PENDAFTARAN

Gelombang 1 :

Pendaftaran            : 1 Nopember 2017 s/d 18 Januari 2018 (jam 08.00-15.00)

Seleksi                       : 21 Januari 2018 (07.30-selesai)

Pengumuman         : 27 Januari 2018

Daftar ulang                        : 3-10 Februari 2018 (08.00-15.00)

 

Gelombang 2

Pendaftaran                        : 10 Maret-12 April 2018 (jam 08.00-15.00)

Seleksi                       : 15 April 2018 (07.30-selesai)

Pengumuman         : 21 April 2018

Daftar ulang                        : 5-12 Mei 2018 (08.00-15.00)

Gelombang 2 hanya dibuka apabila masih tersedia kuota.

 

JADWAL ORIENTASI :

MOT (wali murid)              : 15 Juli 2018 (Jam 08.00-11.00)

MPLS (siswa)                       : 16-17 Juli 2018

Awal Masuk Sekolah         : 18 Juli 2018

 

PROGRAM UNGGULAN

Tahfidz Al Qur’an  6 Juz

Bahasa Arab & Inggris

Shaum Sunnah Senin-Kamis

 

EKSKUL KREATIF SEKOLAH KADER LEADER

PR IPM Mutu

Qabilah Hizbul Wathan

Perguruan Tapak Suci Putra Muhammadiyah

Panahan

Renang

Berkuda

Mentoring Bina Budi Luhur

 

FASILITAS

Masjid

Ruang Kelas

Lapangan Serba Guna

Ruang Praktek,  dll

 

BIAYA PENDAFTARAN

Biaya                          : Rp 200rb

 

UANG PANGKAL

Teknik Pendingin dan Tata Udara         : Rp 3.5 juta

Multimedia                                                  : Rp 4 juta

Jasa Boga                                                      : Rp 3.5 juta

 

SPP BULANAN

Teknik Pendingin dan Tata Udara         : Rp 250 rb

Multimedia                                                  : Rp 300 rb

Jasa Boga                                                      : Rp 300 rb

 

KUOTA         

Pendingin                                                     : 15 Putra

Multi Media                                                 : 15 Putra, 15 Putri

Jasaboga                                                       : 15 Putra, 15 Putri

 

NOMOR KONTAK

08 222 564  3353 ( Bu Eli )

0812 90 237 832 ( Pak Dede )

 

KOORDINATOR INFORMASI (HUMAS)

+62 812-1916-0018 (Pak Firman)

 

ALAMAT 

Jl.  Swadaya 1, Pitara Raya, RT 02/17, Kel. Rangkapan Jaya,  Kec. Pancoran Mas, Kota Depok,  Jawa Barat.

☎:  (021)  77803235

 

Website                     :  www.smkmutudepok.com

email                          : smkmutudepok@gmail.com

Ekskul Panahan SMK Mutu

Memanah adalah salah satu olah raga dengan banyak hikmah dan salah satu sunah Rasul.

“Ajarkanlah anakmu berenang, memanah, berkuda.” ( HR.Muslim)

Olah raga panahan membutuhkan sentuhan jiwa yg halus, kesabaran, keuletan, konsentrasi dan ketahanan mental yg tinggi serta. Sehingga unsur2 tubuh seperti postur tubuh, teknis dasar, mekanisme gerak, mentalitas dan kondisi fisik sebagai sebuah kesatuan yg harua dimiliki seorang Pemanah. Karena memanah bukan sekedar menarik dan melepaskan panah.

 

Nilai-nilai dasar belajar memanah :
1. Calm / Tenang
2. Focus / Fokus atau ko sentrasi
3. Brave / Berani cepat ambil keputusan
4. Win / bermental pemenang

 

Memanah bisa diajarkan mulai sejak Dini, karena dengan belajar sejak Dini dapat memudahkan untuk pembentukan dan manfaatnya lebih maksimal.

Panahan melatih seorang untuk menepis semua pengalih perhatian, distraction. Baik itu bersifat visual, suara, bahkan mental. Pemanah berlatih fokus menjaga proses menembak yang dimulai dari sikap tubuh yang benar sampai melepas anak panah. Karena sedikit saja perubahan pada proses tersebut, maka hasil tembakan akan berubah.

Latihan konsentrasi dalam panahan membantu kita agar bisa fokus di luar lapangan panahan; di sekolah, di tempat kerja, di rumah, di jalan raya, dan tempat lainnya.

Seorang pemanah dapat memiliki tubuh yang kuat. Terutama pada lengan, inti tubuh, tangan, dada dan pundak. Hal ini diperoleh dengan latihan menarik tali busur secara tepat.

 

SMK Mutu Nobar Film Nyai Ahmad Dahlan

SMK Mutu nonton bareng film Nyai Ahmad Dahlan.

Dengan film ini kami makin mengenal pribadi leluhur, demikian juga bagaimana seharusnya menjadi pemuda bangsa. Memang kami hanyalah butiran debu. Namun kami bersyukur Allah telah menciptakan kami sebagai hamba Nya. Karena Nya takkan pernah menciptakan tanpa kehendak yang baik. Karena itulah kami siswa SMK MUTU  mohon doa dan dukungan untuk meneruskan cita-cita orang tua dan guru-guru kami. Menjadi generasi qur’ani yang akan memimpin negeri ini di masa depan kami.

 

SMK Mutu Depok Gelar Shalat Gerhana Bulan

SMK Muhammadiyah 1 Depok (SMK Mutu) yang berada di Jalan Pitara Raya, Pancoran Mas, Depok mengadakan shalat gerhana bulan, Selasa (08/08) dini hari. Shalat gerhana tersebut dimulai dari pukul 00.30 hingga 01.40 WIB. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 jamaah baik dari lingkungan sekolah maupun warga sekitar SMK Mutu.

Dalam tausiahnya yang bertemakan amalan sewaktu gerhana, Khatib Shalat Gerhana Ustadz Abdul Razaq mengungkapkan, kejadian gerhana ini merupakan salah satu tanda kebesaran Allah dalam penciptaan alam. Gerhana ini tidak memiliki hubungan dengan kematian seseorang.

Seperti diriwayatkan pada saat meninggalnya putra Nabi Muhammad SAW yang bernama Ibrahim, saat itu banyak orang yahudi mempercayai bahwa Nabi SAW memang adalah seorang Nabi utusan Allah, karena ketika anak Nabi SAW wafat, langit bersedih hingga terjadi gerhana matahari.

Namun, Nabi Muhammad SAW membantah hal tersebut meski saat itu begitu banyak orang Yahudi yang akan masuk Islam dengan kematian anaknya saat terjadi gerhana tersebut. Selain itu khatib juga menganjurkan untuk memperbanyak berzikir, berdoa, beristighfar dan bersedekah.

“Saat gerhana, kita dianjurkan untuk memperbanyak berzikir, berdoa, beristighfar dan bersedekah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Mutu Ihtianto menjelaskan, kegiatan shalat gerhana ini bertujuan untuk melatih dan mengenalkan siswa pada amalan sunnah di waktu gerhana. Setelah melaksanakan shalat gerhana, sambungnya, peserta pun mengikuti mabit di Masjid Al Akhowain yang dilanjutkan dengan bermuhasabah diri serta membaca Al Quran.

“Hal ini sesuai dengan program sekolah yakni menjadikan anak didik kami menjadi generasi penghafal Al Quran,” katanya.

Ia juga menjelaskan, Sekolah Kreatif Muhammadiyah yang terdiri dari SD Muhammadiyah 11 dan SMP 8 Muhammadiyah (SMP Handal) yang terletak di Jalan Pitara tersebut merupakan sekolah tahfidz yang mengembangkan potensi kreatifitas bagi para pendidik maupun murid. Sekolah Islam Terpadu bukanlah hal baru bagi Muhammadiyah karena sejak awal Muhammadiyah memberikan alternatif kreatif dalam kegiatan pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

“Dengan porsi pendidikan pendidikan akhlak dan agama tanpa mengurangi kualitas kurikulum pelajaran umum,” tutup Ihtianto.

SMK Mutu Galang Santunan Pendidikan

Keterbatasan finansial membuat anak-anak yatim dan dhuafa tak dapat menikmati indahnya pendidikan di bangku sekolah, meskipun mereka adalah anak-anak yang berbakat dan berprestasi. Umumnya, program zakat dan infaq disalurkan kepada mereka dalam bentuk konsumtif. Tanpa menafikan program konsumtif, berapapun dana umat bila disalurkan dalam bentuk konsumtif akan habis. Tapi bekal ilmu akan langgeng seumur hidup dan terus mengalir, insya Allah.
Dalam rangka memaksimalkan fungsi zakat dan infaq, SMK Muhammadiyah 1 Depok menggelar Program Santunan Pendidikan Yatim & Dhuafa, yaitu penggalangan, pengelolaan dan penyaluran zakat, infaq dan shadaqah untuk beasiswa/bantuan pendidikan untuk anak yatim dan dhuafa di SMK Muhammadiyah 1 Depok.
Target program ini adalah untuk memberdayakan, mengembangkan, memutus mata rantai kemiskinan dan mengangkat harkat para yatim dan dhuafa. Diharapkan para mustahiq (penerima) bantuan beasiswa sukses menamatkan pendidikan minimal sampai jenjang SMK, agar memiliki bekal ilmu yang cukup untuk menjadi generasi robbani yang kuat akidah, berakhlakul karimah, faqih agamanya, cerdas (intelek), gigih berdakwah, dan memiliki kemandirian ekonomi.
Dalam Al-Qur’an surat At-Taubah 60 Allah SWT menyebutkan delapan kriteria orang-orang yang berhak menerima zakat, yaitu: fakir, miskin, amil zakat, golongan muallaf, memerdekakan budak belian, gharimin (orang yang berutang), fisabilillah (di jalan Allah), dan ibnu sabil.
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”
Anak-anak yatim dan dhuafa yang sedang menempuh pendidikan berhak menerima zakat karena mereka adalah golongan fakir dan miskin. (**)

Pembangun SMK Mutu telah Dimulai

Puji syukur Alhamdulillah pembangunan Gedung SMK Mutu telah dimulai dengan pembangunan Masjid Al Akhawain. Rencana luas bangunan masjid ini 10×10 m2. Pengembangan sekolah baru di wilayah Pancoran Mas ini merupakan program kerja dan amanat Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pancoran Mas. Sesuai dengan perkembangan kota Depok sebagai kota penyangga dan berbatasan langsung dengan Kota Jakarta, pertumbuhan penduduk melalui perumahan baru di kawasan Depok tumbuh sangat pesat, sehingga kebutuhan masyarakat akan sekolah Muhammadiyah sangat diharapkan.

Saat ini tim pengembangan SMK MUTU telah menyiapkan kurikulum dan rekruitmen SDM yang dilanjutkan Pelatihan bagi para guru dan peserta umum. Diantaranya Pelatihan Guru Tahsin Al Qur’an  Metode Tilawati. SMK Mutu juga mempunyai program Pelatihan Pengurusan Jenazah yang insyaAllah akan diadakan di bulan Oktober 2016. Biaya Pelatihan-pelatihan tersebut mendapatkan subsidi dari pihak sekolah, sehingga dapat memudahkan para peserta.  Hal ini merupakan bagian rutin program SMK MUTU agar dapat memberikan kontribusi dan manfaat yang lebih banyak bagi umat.

Tentunya dukungan dari berbagai pihak dan masyarakat sangatlah diharapkan. Sesuai dengan cita-cita SMK Mutu untuk membangun generasi qur’ani yang terampil, cerdas dan kompeten. Saat ini SMK Mutu mempunyai 8 siswa yang berasal dari kaum dhuafa, dengan jumlah 18 orang guru.

SMK Mutu mempunyai pandangan bahwa siapa yang berjuang di jalan Allah, maka Allah pula yang akan menolongnya. Allah pula yang akan membuka pintu-pintu rezeki dari berbagai penjuru. Sehingga pihak manajemen sekolah juga berupaya agar SMK Mutu mempunyai usaha-usaha mandiri guna membantu dalam pembiayaan operasional yang selama ini juga ditopang dari donasi masyarakat. Diantara jenis usaha yang akan dibuka adalah jasa Konstruksi Bangunan, Mutu Laundry, Mutu Web Design yang melayani jasa pembuatan Website.

Latihan Peragaan Manasik Haji Tk Aisyiyah Se Kota Depok

Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA) Kota Depok menyelenggarakan Latihan Manasik Haji TK Aisyiyah sekota Depok di lapangan perguruan Muhammadiyah Beji Timur pada hari Sabtu (12/09/2015).

Kegiatan ini berlangsung tertib dan lancar yang diikuti oleh 789 peserta anak didik dari 23 TK Aisyiyah sekota Depok.

“ Alhamdulillah, pelatihan kali ini berlangsung relatif lebih tertib dan lancar dari pada tahun-tahun sebelumnya, baik oleh para peserta dan orang tua murid, sehingga acara terbilang sukses” demikian dikatakan oleh ketua panitia Ibu Nurmayati, S.Pd.

Berbagai latihan kegiatan seperti sya’i, thowaf, melontar jumroh diperagakan oleh para peserta. Diantara tujuan Latihan manasik haji ini  adalah untuk mengenalkan ibadah haji bagi anak didik di usia dini. Dari kegiatan ini dapat diambil manfaat  diantaranya mengenalkan budaya antri buat anak  saat mengikuti rangkaian kegiatan latihan.

Setiap peserta mendapatkan snack, makan siang dan sertifikat. Tampak anak-anak berfoto dengan gembira ria di depan replika ka’bah di tengah lapangan seolah mereka berada di tengah Masjidil Haram. (MR)

 

MENGAPA JERMAN MENERIMA PENGUNGSI SURIAH

Fenomena pengungsi Suriah dalam sepekan terakhir yang membanjiri Eropa terasa sangat ironis. Jerman menjadi negara yang mengizinkan ratusan ribu pengungsi Suriah masuk ke negaranya dalam waktu kurang lebih sebulan tanpa pengecualian dan hambatan sama sekali.

Pemerintah Jerman beserta warganya telah membuktikan pada dunia bahwa solidaritas kemanusiaan global itu tak terbentur agama, apalagi ras.

Sepakbola di Jerman juga demikian, disulut oleh tradisi tim nasionalnya, dengan bersuka cita mereka membawa spanduk besar dengan tulisan ” SELAMAT DATANG PENGUNGSI ”. Sejak satu dekade terakhir, timnas Der Panzer diisi oleh wajah-wajah imigran. Ambil contoh Sami Khedira (Tunisia), Mesut Oezil (Turki), atau duo Lukas Podolski dan Miroslav Klose (Polandia). Para pemain bintang sepakbola Jerman itu semuanya dari keluarga imigran.

Lantas apakah yang menjadi alasan mengapa Jerman menerima para pengungsi ?

  1. Pengalaman Jerman di masa lalu

Seperti yang dikutip dari komentar Berthold Damshauser oleh BBC, pemerhati masalah sosial di Bonn. Penerimaan secara terbuka masyarakat Jerman ini kemungkinan didasari oleh pengalaman warga Jerman di masa lalu yang pernah terjebak dalam konflik besar Perang Dunia ke II. Kala itu Jerman kalah Perang Dunia II dan imbasnya jutaan warga Jerman terkatung-katung menjadi pengungsi dan akhirnya terpaksa meninggalkan rumah, kota, dan negara mereka yang hancur karena perang.

ini kemungkinan didasari oleh pengalaman warga Jerman di masa lalu yang pernah terjebak dalam konflik besar Perang Dunia ke II. Kala itu Jerman kalah Perang Dunia II dan imbasnya jutaan warga Jerman terkatung-katung menjadi pengungsi dan akhirnya terpaksa meninggalkan rumah, kota, dan negara mereka yang hancur karena perang.

 

  1. Rasa kemanusiaan warga Jerman tinggi

Masih dikutip dari Damshauser,  Ia menyebutkan alasan lainnya adalah karena rasa kemanusiaan masyarakat Jerman itu begitu tinggi. Nampak jelas ada sebuah nilai empati besar yang dicerminkan warga Jerman terhadap orang-orang yang menderita dari Suriah ini.

  1. Ekonomi Jerman sedang berada dalam kondisi yang baik

 

Seperti juga dilansir CNN, Jerman menjadi tujuan favorit karena tiga pilar penting negara Jerman yaitu demokrasi kuat, sejarah panjang penerimaan imigran, dan stabilitas ekonomi. Belum lama ini, pemerintah Jerman memutuskan untuk menggelontorkan anggaran tambahan sebesar 3 miliar euro untuk negara bagian dan kota-kota dalam mengatasi pengungsi.

Bahkan diprediksi Jerman akan mengeluarkan biaya bagi para pengungsi sebesar 25 miliar euro atau setara dengan Rp. 400 triliun untuk satu sampai dua tahun mendatang.(MR)