Decicamp 2017, Guru Muhammadiyah Tingkatkan Kemampuan Teknologi Informasi

Baturaden – Berkembang pesatnya informasi digital di segala bidang, turut mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di bangku sekolah. Era digital saat ini makin mempermudah siapa saja termasuk murid untuk dapat mengakses materi pelajaran. Namun kemajuan tersebut dirasakan belum sepenuhnya selaras dengan kemampuan guru dan praktisi pendidikan dalam pemanfaatannya. Hal ini tentu dirasakan oleh banyak guru baik di tingkat perkotaan maupun pedesaan.

Kurangnya keberadaan perangkat media teknologi tersebut merupakan salah satu penyebab timbulnya permasalahan ini, seperti jumlah komputer yang update  yang tak mampu diadakan oleh pihak sekolah sehingga sangat mempengaruhi perkembangan belajar siswa. Demikian juga dengan kemampuan guru menguasai dan memanfaatkan berbagai teknologi media informasi ini.

Prof. DR. Imam Robandi bersama sejumlah guru Muhammadiyah menghadiri kegiatan Decicamp 2017

 

Semangat berjihad masih bergelora dalam dada kami, Guru SMK Mutu Depok.

Jaring penggerak sekolah muhammadiyah (JPSM) Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan December Inspiring Camp 2017 Tingkat Nasional pada Sabtu, 23-24 desember 2017 di Hotel Queen Garden Baturaden Purwokerto.

Bertemakan Pelatihan Kepala Sekolah dan Guru Berbasis Teknologi, kegiatan ini dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia termasuk pula diantaranya peserta dari papua.

Antusiasme ini begitu terasa besar di kegiatan ini dengan target jumlah peserta yang melebihi kuota yang semula hanya 100 orang. Hal ini dikatakan oleh Ustadzah Welas Larasati yang juga sebagai sebagai panitia penyelenggara.

Peran buku pelajaran yang dulu harus dibeli atau difoto copy oleh siswa kini mulai banyak bergeser dengan materi soft copy pelajaran yang bisa diakses bahkan didownload baik yang gratis maupun yang berbayar.

Demikian pula pengembangan teknologi terpadu untuk menajemen sekolah, dari absensi kehadiran siswa atau guru, penggajian guru dan karyawan hingga pembayaran berbasis online yang bisa dibayar di minimarket.

Muhammadiyah sebagai institusi yang berpengalaman di dunia pendidikan dari sebelum zaman kemerdekaan tentu juga merasakan keberagaman kemampuan tenaga-tenaga pendidiknya dalam pemanfaatan teknologi informasi. Hal inilah yang mendasari diadakannya kegiatan pelatihan di bulan desember ini.

Prof. Dr. Eng. Imam Robandi mengatakan bahwa seorang kepala sekolah dan guru harus mampu meningkatkan kemampuan individunya baik yang bersifat kemampuan mikro maupun makro. “Semakin banyak kepala sekolah dibantu oleh jajarannya, semakin melemah kemampuan individunya” ucapnya.

Dalam workshop yang berdurasi selama dua hari ini, guru secara individu berlatih membuat artikel dengan 1000 karakter yang selanjutnya ditugaskan untuk dikirim ke media nasional maupun lokal. Pembuatan prospektus sekolah yang diaplikasikan dalam bentuk infografis, pembangunan web sekolah, pemanfaatan portal wikipedia dan berbagai media sosial untuk kampanye kegiatan serta banyak hal lagi.

“Sesuai dengan namanya, kegiatan ini mampu memberikan banyak inspirasi dahsyat bagi para guru, khususnya bagi kami dari SMK Muhammadiyah 1 Depok. Peserta-pesertanya adalah guru-guru hebat. Sebagai sekolah yang baru, kami mendapatkan beragam informasi dari berbagai sekolah Muhammadiyah yang lain dari seluruh wilayah Indonesia, sehingga mudah-mudahan pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi sekolah kami guna membangun sekolah yang mampu memberikan solusi pendidikan yang baik bagi anak didik “ ungkap Ihtianto HK., M.Pd.

Diantara peralatan multimedia standar yang harus dipelajari oleh guru seperti komputer, laptop, kamera, tripod kamera. Demikian juga dengan berbagai aplikasi-aplikasi yang menunjang untuk dapat digunakan dengan peralatan tersebut. Semakin menarik materi yang disampaikan oleh guru yang menggunakan media tersebut, semakin membuat murid menjadi bersemangat belajar dan menyerap pelajaran.

Media sosial saat ini juga sangat mempengaruhi transfer informasi saat ini bahkan siswa yang menggunakan handphone android dapat dengan cepat menerima informasi sebelum ia masuk bangku kelas.

Pemanfaatan inilah yang harus dapat dikuasai oleh pendidik. Guru dapat berinovasi memberikan materi pelajarannya jauh hari sebelum masuk kelas. Anak-anak murid pun dapat membekali materi tersebut dengan lebih banyak bereksplorasi dengan berseluncur di dunia maya.

Tuntutan menjadi guru kreatif memadukan berbagai metode dan media, menjadi hal yang tak dapat ditawar di era zaman kini.

(SMK Mutu Depok)

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *