SMK Mutu Depok Gelar Shalat Gerhana Bulan

SMK Muhammadiyah 1 Depok (SMK Mutu) yang berada di Jalan Pitara Raya, Pancoran Mas, Depok mengadakan shalat gerhana bulan, Selasa (08/08) dini hari. Shalat gerhana tersebut dimulai dari pukul 00.30 hingga 01.40 WIB. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 jamaah baik dari lingkungan sekolah maupun warga sekitar SMK Mutu.

Dalam tausiahnya yang bertemakan amalan sewaktu gerhana, Khatib Shalat Gerhana Ustadz Abdul Razaq mengungkapkan, kejadian gerhana ini merupakan salah satu tanda kebesaran Allah dalam penciptaan alam. Gerhana ini tidak memiliki hubungan dengan kematian seseorang.

Seperti diriwayatkan pada saat meninggalnya putra Nabi Muhammad SAW yang bernama Ibrahim, saat itu banyak orang yahudi mempercayai bahwa Nabi SAW memang adalah seorang Nabi utusan Allah, karena ketika anak Nabi SAW wafat, langit bersedih hingga terjadi gerhana matahari.

Namun, Nabi Muhammad SAW membantah hal tersebut meski saat itu begitu banyak orang Yahudi yang akan masuk Islam dengan kematian anaknya saat terjadi gerhana tersebut. Selain itu khatib juga menganjurkan untuk memperbanyak berzikir, berdoa, beristighfar dan bersedekah.

“Saat gerhana, kita dianjurkan untuk memperbanyak berzikir, berdoa, beristighfar dan bersedekah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Mutu Ihtianto menjelaskan, kegiatan shalat gerhana ini bertujuan untuk melatih dan mengenalkan siswa pada amalan sunnah di waktu gerhana. Setelah melaksanakan shalat gerhana, sambungnya, peserta pun mengikuti mabit di Masjid Al Akhowain yang dilanjutkan dengan bermuhasabah diri serta membaca Al Quran.

“Hal ini sesuai dengan program sekolah yakni menjadikan anak didik kami menjadi generasi penghafal Al Quran,” katanya.

Ia juga menjelaskan, Sekolah Kreatif Muhammadiyah yang terdiri dari SD Muhammadiyah 11 dan SMP 8 Muhammadiyah (SMP Handal) yang terletak di Jalan Pitara tersebut merupakan sekolah tahfidz yang mengembangkan potensi kreatifitas bagi para pendidik maupun murid. Sekolah Islam Terpadu bukanlah hal baru bagi Muhammadiyah karena sejak awal Muhammadiyah memberikan alternatif kreatif dalam kegiatan pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

“Dengan porsi pendidikan pendidikan akhlak dan agama tanpa mengurangi kualitas kurikulum pelajaran umum,” tutup Ihtianto.

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *